Berikut ini adalah panduan mengenai cara memasukkan saldo awal perusahaan ke aplikasi Finata.

Sebelum memulai memasukkan saldo awal di Finata, Anda harus mengidentifikasi dahulu, nilai terakhir dari akun aset, hutang dan modal perusahaan.

Untuk contoh, bisa Anda lihat dari data sample saldo awal berikut ini.

Panduan Finata: Saldo Awal - Data Sample

Berikut adalah saldo per 1 Januari 2020, akun aset, hutang dan modal di perusahaan.

Yang dimaksud saldo per 1 Januari 2020 ini adalah, nilai setiap akun aset, hutang dan modal yang tercatat pada 1 Januari 2020.

Periode saldo ini tergantung pada kapan Anda akan memasukkan saldo awal ke Finata.

Untuk aset pertama yaitu kas kecil, ini adalah jumlah uang kas di tangan yang dimiliki pada 1 Januari 2020. Kas kecil ini bukan berasal dari hutang, maka sumbernya kami anggap sebagai modal awal.

Kemudian Bank BCA, ini adalah jumlah uang di rekening bank BCA, misalkan sumber kas di bank BCA ini adalah dari pinjaman bank, atau dengan kata lain hutang.

Kemudian Piutang, ini adalah sisa piutang usaha yang belum tertagih, bisa kita anggap sebagai modal awal.

Kemudian Persediaan barang. ini adalah sisa persediaan barang per 1 Januari 2020. Seluruhnya merupakan modal awal, karena pembelian persediaan barang ini bukan dari hutang.

Berikutnya adalah bangunan kantor, ini adalah nilai aset tetap berupa bangunan kantor yang saya miliki, seluruhnya merupakan modal, karena bangunan kantor ini tidak diperoleh dari hutang.

Kemudian mobil, ini adalah nilai aset tetap berupa kendaraan mobil, dibeli secara kredit, dan sudah lunas sebagian. Maka nilai yang sudah lunas adalah modal, sisanya yang belum lunas masih harus dicatat sebagai hutang.

Kemudian akumulasi penyusutan, ini adalah penyusutan aset tetap. Mulai dari tanggal pembelian sampai dengan tanggal saldo awal. Nilai akumulasi ini akan menjadi pengurang nilai modal awal, karena penyusutan aset ini merupakan beban. Beban akan mengurangi laba perusahaan, dan akan berdampak pada berkurangnya modal.

Kemudian pinjaman bank, ini adalah akun hutang yang merupakan sumber dari aset berupa uang di rekening bank BCA.

Kemudian lising mobil, ini adalah akun hutang yang menunjukkan sisa cicilan dari aset mobil yang belum dibayar.

Kemudian yang terakhir adalah modal setoran awal, ini adalah modal awal perusahaan. Nilainya merupakan jumlah dari seluruh aset yang bukan diperoleh dari hutang, dikurangi penyusutan aset tetap.

Pada dasarnya, saldo awal ini adalah ringkasan jumlah nominal aset, hutang, dan modal di perusahaan Anda.

Kunci dari menyusun ringkasan saldo awal ini adalah, kita harus tahu sumber asal muasal setiap aset yang ada di perusahaan, apakah dari hutang, modal, atau campuran keduanya.

Kita juga perlu tahu berapa nominal dari setiap aset tersebut yang masuk sebagai hutang, dan berapa yang masuk sebagai modal, jika sumber satu aset tersebut adalah campuran dari hutang dan modal.

Contohnya seperti aset mobil di perusahaan kami, sebagian sudah menjadi modal, dan sebagian masih berupa hutang lising mobil.

Selanjutnya, kami akan menjelaskan bagaimana tahap memasukkan saldo awal ini di software Finata.

Untuk memasukkan saldo awal, dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu Aset Tetap, Saldo Awal Persediaan, dan Ringkasan Saldo Awal.

Tahapan pertama, kita masukkan dahulu, aset tetap yang dimiliki perusahaan sebagai saldo awal.

Supaya data yang diinput lebih akurat, disarankan untuk menyiapkan data penyusutan dan pengadaan aset tetap seperti contoh berikut ini:

Panduan Finata: Saldo Awal - Aset Tetap

Data ini berisikan daftar aset tetap perusahaan, berikut dengan akumulasi penyusutan mulai dari tanggal pembelian, sampai dengan tanggal saldo awal perusahaan yang akan kita input di Finata.

Cara menghitung akumulasi penyusutan adalah dengan membagi nilai pembelian aset setelah dikurangi nilai sisa, dengan jumlah usia pakai dalam satuan bulan.

Kemudian hasilnya kita kalikan dengan jumlah bulan yang telah berjalan, mulai dari tanggal pembelian sampai dengan tanggal saldo awal yang akan diinput.

Selain itu, disarankan untuk memiliki data pengadaan aset tetap, untuk mengetahui berapa aset tetap di perusahaan kita yang masih masuk sebagai hutang, dan berapa yang masuk sebagai modal.

Untuk memulai memasukkan saldo awal aset tetap ini, maka ikuti langkah berikut ini:

1. Klik Menu Data Master.

2. Klik tombol Aset Tetap. Di sini kami akan menggunakan referensi data aset tetap yang telah dibuat tadi.

3. Klik tombol Tambah Aset Baru.

4. Tambahkan aset tetap berupa bangunan kantor. Kategori dapat Anda pilih bangunan kantor. Anda juga bisa menambah sendiri kategori aset jika belum disediakan oleh sistem. Nama, diisi dengan bangunan kantor. Untuk tanggal pembelian, kita isi sama dengan tanggal saldo awal kita, untuk kasus saya, saldo awal adalah 1 Januari 2020. Harga pembelian kita samakan dengan nilai awal aset tetap ini, yaitu Rp 480.000.000,-. Nilai yang akan tersisa, bisa di atur sesuai dengan ketentuan perusahaan Anda, untuk aset ini saya isi dengan 0. Kemudian untuk penyusutan dimulai, ini kita isi dengan tanggal saldo awal, supaya penyusutan asettetap ini dapat dihitung otomatis sejak tanggal kita masukkan ke Finata. Untuk penyusutan periode sebelumnya, nanti kita isi pada ringkasan saldo awal. Usia pakai, standar untuk aset jenis bangunan adalah 20 tahun. ini bisa Anda sesuaikan dengan kondisi perusahaan.

5. Kemudian klik Buat.

6. Kemudian saya akan menambahkan aset tetap kedua yaitu mobil, dengan tanggal pembelian dan tanggal mulai penyusutan yang sama, yaitu pada tanggal saldo awal. Caranya adalah dengan klik Tambah Aset Baru, lalu lakukan seperti langkah 4 dan 5.

7. Pengisian data aset tetap seperti ini, dilakukan hanya jika kita akan menambahkan aset tetap sebagai saldo awal, jika aset tetap benar-benar kita beli baru, maka tanggal pembelian dan dimulainya penyusutan kita isi dengan tanggal pembeliannya, bukan dengan tanggal saldo awal.

Panduan Finata: Saldo Awal - Daftar Aset Tetap

8. Kemudian kita lakukan pembelian aset. Pembelian aset dalam rangka mengisi saldo awal ini, dilakukan hanya supaya aset ini terdaftar, dan supaya penyusutan otomatis periode selanjutnya bisa dihitung. Misalkan pertama kita daftarkan aset bangunan kantor.

9. Klik Beli Aset.

10. Untuk pilihan dibayar dari, karena aset ini tidak kita beli, namun hanya kita daftarkan sebagai saldo awal. Kita bisa pilih rekening mana saja, karena pada akhirnya transaksi ini tidak akan dicatat sebagai pengeluaran kas. Untuk akun hutang juga tidak perlu kita ubah, karena transaksi ini bukan dalam rangka pembelian aset.

11. Klik pilihan pembelian aset telah dilunasi.

12. Untuk pilihan jangan catat transaksi pembelian, ini wajib kita tandai centang. Dengan memilih centang, maka transaksi pengeluaran kas tidak akan dicatat oleh sistem, dan nanti akan kita catat sendiri, sebagai modal atau hutang, tergantung data saldo awal kita.

13. Kemudian untuk pembayaran terakhir, pilih tanggal saldo awal, dalam kasus saya yaitu satu januari dua ribu dua puluh.

14. Kemudian klik Buat.

Panduan Finata: Saldo Awal - Bangunan Kantor

15. Kemudian, saya juga akan melakukan hal yang sama pada aset tetap mobil.

Panduan Finata: Saldo Awal - Mobil

Dengan metode pendaftaran aset tetap seperti tadi, aset tetap akan terdaftar di sistem, serta penyusutan untuk ke depannya akan otomatis dihitung, sementara untuk akun aset berikut dengan modal atau hutangnya, dapat kita input sendiri pada ringkasan saldo awal.

Setelah aset tetap kita masukkan dan daftarkan, langkah ke dua adalah memasukkan saldo awal persediaan barang, jika di perusahaan Anda memiliki stock persediaan.

Untuk saldo awal persediaan, saya akan memasukkan data berdasarkan contoh yang telah saya buat sebagai berikut.

Panduan Finata: Saldo Awal - Saldo Persediaan

16. Klik Menu Data Master.

17. Klik Persediaan.

18. Pilih Daftar Stok.

19. Klik tombol Saldo Awal.

20. Di halaman ini, akan muncul dua produk yang sebelumnya sudah saya daftarkan, untuk tutorial cara mendaftarkan produk, dapat dilihat di tutorial Data Master Produk.

Panduan Finata: Saldo Awal - Saldo Awal Persediaan di Toko

Pada 1 Januari ini, saya memiliki stok produk A sebanyak 100 dengan harga perolehan Rp 50.000 per satuan, dan produk B sebanyak 100 dengan harga perolehan Rp 100.000 per satuan.

Perlu kita perhatikan, ketika data ini kita simpan, akun yang dicatat adalah persediaan barang terhadap cadangan laba rugi periode sebelumnya. Ini bisa kita sesuaikan nanti ketika mengisi ringkasan keseluruhan saldo awal.

21. Klik Simpan.

Langkah terakhir adalah kita lengkapi ringkasan nilai saldo awal keseluruhan.

22. Klik Menu Pengaturan.

23. Klik Pengaturan Akuntansi.

24. Klik tombol Tambah Saldo Awal.

25. Di halaman ini, kita bisa mengisi nominal saldo awal pada seluruh akun di perusahaan kita.

Saya akan gunakan sample ringkasan saldo awal yang sebelumnya sudah dibuat, sebagai referensi.

Jika ada akun yang belum terdaftar di halaman ini, bisa sebelumnya kita tambahkan dulu melalui menu data master, kode akun transaksi.

Saya akan isi sesuai dengan data sample ringkasan saldo awal tadi. Kas Kecil diisi 10.000.000, Bank BCA diisi 5.000.000, Piutang Usaha diisi 5.000.000.

Untuk Jumlah Persediaan, ini otomatis 0, karena sebelumnya telah tercatat ketika kita memasukkan saldo awal persediaan.

Untuk aset tetap mobil dan bangunan kantor yang sebelumnya kita daftarkan, tetap perlu kita masukkan nominalnya yakni Mobil diisi Rp 48.000.000 dan Kantor diisi Rp 480.000.000, karena sebelumnya kita tidak mencatat transaksi pengadaan aset ini, hanya baru mendaftarkannya di sistem.

Untuk Akumulasi Penyusutan Kendaraan Mobil, saya masukkan sesuai dengan nilai akumulasi penyusutan aset, sejak tanggal pembelian sampai dengan tanggal saldo awal yakni senilai Rp 6.000.000. Dan Akumulasi Penyusutan Kantor Rp 24.000.000.

Untuk Leasing Mobil diisi Rp 6.000.000.

Untuk Hutang Pinjaman Bank Jangka Panjang Lain diisi Rp 5.000.000.

Untuk Modal Setoran Awal diisi Rp 520.000.000.

Penyesuaian terakhir yang perlu dilakukan, adalah pada akun Cadangan Laba Ditahan Periode Sebelumnya. Karena pada saat memasukkan saldo awal persediaan, akan tercatat sebagai akun ini.

Sementara pada catatan saya, persediaan sudah masuk sebagai modal setoran awal. Maka yang perlu kita lakukan adalah ,meng-nol-kan nilai akun ini, dengan memasukkan angka negatif, sesuai dengan nilai persediaan, yaitu Rp -15.000.000.

26. Klik Submit.

Kita bisa cek laporan neraca keuangan, sudah sesuai dengan ringkasan saldo awal yang saya buat.

27. Klik Laporan.

28. Klik Neraca Keuangan.

29. Pilih tanggal 1 Januari 2020, lalu klik Filter.

Panduan Finata: Saldo Awal - Hasil

Pengisian saldo awal perusahaan ini penting dilakukan untuk menjamin data laporan dan diagnosis keuangan. Supaya mampu memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi perkembangan perusahaan Anda.

Demikian panduan untuk mencatat saldo awal di software Finata. Semoga bermanfaat! 🙂

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *