Pada tutorial kali ini, saya akan menjelaskan tentang fitur produk komposit di software Finata.

Fitur produk komposit ini tersedia khusus bagi pengguna yang berlangganan paket Expansion di Finata.

Produk komposit adalah produk yang terdiri dari gabungan beberapa komponen bahan baku.

Contohnya seperti produk di restoran yang mengolah bahan mentah seperti daging dan sayuran menjadi produk makanan. Contoh lainnya seperti perusahaan konveksi yang mengolah bahan mentah berupa kain, benang dan kancing menjadi pakaian.

Jika perusahaan Anda mengolah atau memproduksi sendiri produk yang Anda jual, fitur produk komposit ini akan dapat membantu mempermudah Anda dalam mencatat transaksinya.

Di Finata, produk komposit terbagi menjadi dua jenis.

Pertama adalah produk komposit dengan tipe non inventory. Produk ini merupakan produk olahan yang tidak Anda simpan persediaan barang jadinya. Contohnya seperti produk makanan di restoran, di mana produk makanan tersebut langsung diolah dan dijual kepada pelanggan tanpa dilakukan penyimpanan persediaan dahulu.

Produk komposit tipe kedua adalah inventory. Produk ini merupakan produk olahan yang dapat disimpan stoknya terlebih dahulu sebelum dijual. Contohnya seperti perusahaan konveksi. Barang pakaian yang telah diproduksi biasanya disimpan persediaannya di gudang atau toko dahulu, sebelum dijual ke pelanggan.

Berikut akan saya jelaskan cara mencatat transaksi kedua jenis produk komposit tersebut, dengan produk makanan dan pakaian sebagai contoh.

1. Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum mencatat transaksi komposit adalah dengan mendaftarkan produk komposit tersebut terlebih dahulu melalui Menu Data Master.

2. Sebelum kita mendaftarkan produk komposit, kita harus mendaftarkan bahan bakunya terlebih dahulu. Untuk menambah bahan baku masuk ke Menu Data Master.

3. Klik produk. Untuk satu produk komposit harus ada minimal dua bahan baku.

4. Klik tombol buat produk baru, misalkan saya akan membuat bahan baku pertama untuk produk makanan:

  • Nama, diisi dengan bahan baku makanan 1.
  • Isi kode, misal BM 1.
  • Untuk tipe, pastikan pilih persediaan.
  • Untuk kategori, misalkan diisi dengan bahan makanan.
  • Sub kategori bisa Anda kosongkan, atau bisa Anda isi sesuai dengan kebutuhan.
  • Satuan bisa diisi dengan pcs, atau satuan lain berdasarkan produk yang Anda input.
  • Deskripsi diisi dengan “bahan baku makanan 1”.
  • Kemudian pada pilihan Apakah produk ini dijual?, Anda dapat klik tanda centang jika bahan baku ini dapat Anda jual tanpa diolah terlebih dahulu. Untuk kali ini, karena bahan baku ini merupakan bahan mentah makanan yang tidak tahan lama, maka hilangkan tanda centang pada penjualan.
  • Kemudian untuk pilihan Apakah produk ini dibeli?, klik centang dan masukkan harga belinya. Misalkan untuk bahan baku ini harga belinya adalah Rp 10.000 per pcs.
  • Untuk akun biaya dan pembelian, karena produk ini adalah bahan baku, maka kita klik tombol drop down, dan pilih akun harga pokok pembelian bahan baku
  • Begitu pula dengan akun persediaan, kita pilih persediaan bahan baku.
  • Pengaturan ini akan berpengaruh ke pencatatan laporan keuangan Anda. Anda dapat menambah dan membuat akun harga pokok dan persediaan baru melalui Menu Data Master Kode Akun Transaksi.
  • Kemudian kita klik pada pilihan barang persediaan aktif.
  • Lalu kita klik Buat.

5. Klik tombol buat produk baru, untuk produk makanan dengan satuan gram dan harga beli Rp 5.000 per gram.

  • Nama, diisi dengan bahan baku makanan 2.
  • Isi kode, misal BBM 2.
  • Untuk tipe, pastikan pilih persediaan.
  • Untuk kategori, misalkan diisi dengan bahan makanan.
  • Sub kategori bisa Anda kosongkan, atau bisa Anda isi sesuai dengan kebutuhan.
  • Satuan diisi dengan gram.
  • Deskripsi diisi dengan “bahan baku makanan 2”.
  • Kemudian pada pilihan Apakah produk ini dijual?, Anda dapat klik tanda centang jika bahan baku ini dapat Anda jual tanpa diolah terlebih dahulu. Untuk kali ini, karena bahan baku ini merupakan bahan mentah makanan yang tidak tahan lama, maka hilangkan tanda centang pada penjualan.
  • Kemudian untuk pilihan Apakah produk ini dibeli?, klik centang dan masukkan harga belinya. Misalkan untuk bahan baku ini harga belinya adalah Rp 5.000 per gram.
  • Untuk akun biaya dan pembelian, karena produk ini adalah bahan baku, maka kita klik tombol drop down, dan pilih akun harga pokok pembelian bahan baku
  • Begitu pula dengan akun persediaan, kita pilih persediaan bahan baku.
  • Pengaturan ini akan berpengaruh ke pencatatan laporan keuangan Anda. Anda dapat menambah dan membuat akun harga pokok dan persediaan baru melalui Menu Data Master Kode Akun Transaksi.
  • Kemudian kita klik pada pilihan barang persediaan aktif.
  • Lalu kita klik Buat.

6. Anda dapat menambah bahan baku lain, jika produk Anda memiliki lebih dari dua bahan baku.

7. Kemudian saya akan membuat bahan baku pertama untuk produk pakaian.

  • Nama, diisi dengan bahan baku pakaian 1.
  • Isi kode, misal BP 1.
  • Untuk tipe, pastikan pilih persediaan.
  • Untuk kategori, misalkan diisi dengan bahan pakaian.
  • Sub kategori bisa Anda kosongkan, atau bisa Anda isi sesuai dengan kebutuhan.
  • Satuan diisi dengan meter.
  • Deskripsi diisi dengan “bahan baku pakaian 1”.
  • Kemudian pada pilihan Apakah produk ini dijual?, kali ini saya akan klik tanda centang karena bahan baku pakaian ini masih bisa dijual kembali jika tersisa dengan harga yang lebih rendah.
  • Harga jual misalkan Rp 40.000 per meter.
  • Akun Pendapatan saya biarkan terset pada Pendapatan Penjualan Barang.
  • Kemudian untuk pilihan Apakah produk ini dibeli?, klik centang dan masukkan harga belinya. Misalkan untuk bahan baku ini harga belinya adalah Rp 50.000 per meter.
  • Untuk akun biaya dan pembelian, diset menjadi harga pokok pembelian bahan baku.
  • Begitu pula dengan akun persediaan, kita pilih persediaan bahan baku.
  • Kemudian kita klik pada pilihan barang persediaan aktif.
  • Lalu kita klik Buat.

8. Kemudian saya akan membuat bahan baku kedua untuk produk pakaian.

  • Nama, diisi dengan bahan baku pakaian 2.
  • Isi kode, misal BP 2.
  • Untuk tipe, pastikan pilih persediaan.
  • Untuk kategori, misalkan diisi dengan bahan pakaian.
  • Sub kategori bisa Anda kosongkan, atau bisa Anda isi sesuai dengan kebutuhan.
  • Satuan diisi dengan pcs.
  • Deskripsi diisi dengan “bahan baku pakaian 2”.
  • Kemudian pada pilihan Apakah produk ini dijual?, kali ini saya akan klik tanda centang karena bahan baku pakaian ini masih bisa dijual kembali jika tersisa dengan harga yang lebih rendah.
  • Harga jual misalkan Rp 5.000 per pcs.
  • Akun Pendapatan saya biarkan terset pada Pendapatan Penjualan Barang.
  • Kemudian untuk pilihan Apakah produk ini dibeli?, klik centang dan masukkan harga belinya. Misalkan untuk bahan baku ini harga belinya adalah Rp 10.000 per pcs .
  • Untuk akun biaya dan pembelian, diset menjadi harga pokok pembelian bahan baku.
  • Begitu pula dengan akun persediaan, kita pilih persediaan bahan baku.
  • Kemudian kita klik pada pilihan barang persediaan aktif.
  • Lalu kita klik Buat.

9. Kemudian kita tambahkan jumlah persediaan bahan baku. Penambahan persediaan dapat dilakukan melalui Saldo Awal, Pembelian, atau Penyesuaian Persediaan.

10. Untuk catatan, Anda disarankan hanya menginput saldo awal persediaan sekali saja. Jika sebelumnya sudah ada pencatatan saldo awal di sistem, kami sarankan untuk mencatat persediaan ini melalui Transaksi Pembelian atau Penyesuaian Persediaan dan tidak melakukan perubahan pada saldo awal yang sudah ada.

11. Untuk cara menambahkan saldo awal dan melakukan penyesuaian persediaan dapat Anda lihat di tutorial Data Master Persediaan.

12. Misalkan untuk saldo awal persediaan bahan baku ini baru pertama kali saya input, maka untuk membuat saldo awal baru masuk ke Menu Data Master.

13. Klik Persediaan.

14. Klik Daftar Stok.

15. Klik tombol Saldo Awal.

16. Tanggal untuk saldo awal diisi misalnya 1 Januari 2020.

17. Isi jumlah persediaan dan harga pokok untuk setiap bahan baku. Untuk harga pokok sesuaikan dengan harga belinya.

  • BM 1: jumlah 100 pcs, harga pokok Rp 10.000.
  • BBM 2: jumlah 100 gram, harga pokok Rp 5.000.
  • BP 1: jumlah 100 meter, harga pokok Rp 50.000.
  • BP 2: jumlah 100 pcs, harga pokok Rp 10.000.

18. Jika sudah, klik Simpan.

19. Sekarang bahan baku yang telah kita buat telah memiliki saldo persediaan dan harga pokok.

20. Setelah kita selesai mendaftarkan dan mengisi saldo persediaan bahan baku, kita bisa mulai membuat dan mendaftarkan produk komposit.

21. Untuk menambahkan produk komposit kita masuk ke Menu Data Master.

22. Klik menu Barang Komposit.

23. Klik tombol buat barang komposit.

24. Pertama, saya akan input produk makanan.

  • Nama, input dengan paket makanan 1.
  • Kode, diisi dengan PM 1.
  • Kategori diisi dengan makanan.
  • Untuk satuan diisi dengan porsi.
  • Harga jual, misalkan Rp 100.000.
  • Untuk akun pendapatan akan saya biarkan terset di pendapatan penjualan barang. Anda dapat rubah dan sesuaikan akun pendapatan dengan akun yang Anda buat sendiri di Menu Data Master Kode Akun Transaksi.
  • Deskripsi diisi dengan paket makanan 1.
  • Untuk pilihan memiliki pencatatan persediaan tidak akan saya klik centang, karena produk makanan ini adalah produk non inventory yang mana tidak saya simpan persediaannya namun langsung diolah dan dijual kepada pelanggan.
  • Kemudian kita dapat mengisi list bahan baku yang digunakan untuk menciptakan satu porsi paket makanan ini. Dengan cara klik tambah data untuk menambah bahan baku.
  • Untuk bahan pertama akan saya pilih bahan baku makanan 1.
  • Kemudian jumlah, misalkan untuk membuat 1 porsi paket makanan ini membutuhkan 2 pcs bahan baku 1.
  • Untuk pilihan dapat dilepas, kita pilih jika bahan baku ini dapat dibongkar kembali setelah diolah ke barang jadi. Karena produk ini adalah makanan yang langsung dikonsumsi, maka bahan baku ini tidak dapat dilepas kembali setelah diolah.
  • Kemudian klik simpan.
  • Lalu saya akan tambahkan bahan baku kedua untuk produk makanan ini dengan klik tambah data.
  • Isi item komposisi BBM 2.
  • Isi jumlah 10 gram.
  • Dengan begitu, akan terlihat perkiraan biaya untuk setiap bahan baku yang akan digunakan pada produk makanan ini berdasarkan harga pokok masing-masing.
  • Kemudian kita klik simpan untuk mendaftarkan barang komposit ini.

Produk makanan ini sekarang sudah masuk ke Daftar Barang Komposit.

25. Kemudian saya akan menambahkan barang komposit kedua, yaitu produk komposit inventory berupa pakaian.

  • Nama, input dengan produk pakaian 1.
  • Kode, diisi dengan PP 1.
  • Kategori diisi dengan pakaian.
  • Untuk satuan diisi dengan pcs.
  • Harga jual, misalkan Rp 200.000.
  • Untuk akun pendapatan akan saya biarkan terset di pendapatan penjualan barang.
  • Deskripsi diisi dengan produk pakaian 1.
  • Pilih centang pada tombol memiliki pencatatan persediaan, karena produk pakaian ini setelah diproduksi akan disimpan terlebih dahulu persediaan barnag jadinya sebelum dijual ke pelanggan.
  • Kemudian akan muncul pilihan baru, yang pertama adalah jumlah produksi. Ini adalah jumlah berapa pcs pakaian yang akan dihasilkan dari jumlah bahan baku yang kita tentukan. Untuk jumlah produksi saya akan pilih 1 pcs. Yang berarti bahwa dari jumlah bahan baku yang terpakai akan menghasilkan 1 pcs produk pakaian.
  • Untuk akun persediaan dan kode akun biaya tidak akan saya ubah.
  • Anda dapat kapan saja menambahkan akun baru dan mengubah akun akun ini sesuai kebutuhan.
  • Untuk bahan baku pakaian satu saya akan pilih 2 meter dapat dilepas. Dengan cara klik tambah data, pilih bahan baku pakaian I, pilih jumlah 2, klik checklist Dapat Dilepas.
  • Untuk bahan baku pakaian 2 saya akan pilih 10 pcs dan dapat dilepas kembali menjadi bahan baku. Dengan cara klik tambah data, pilih bahan baku pakaian 2, pilih jumlah 10, klik checklist Dapat Dilepas.
  • Klik Simpan, untuk mendaftarkan produk komposit ini.

Setelah seluruh Data Produk lengkap, kita bisa mulai mencatat transaksi untuk produk komposit ini. Pencatatan transaksi untuk produk komposit tipe non inventory atau dalam kasus ini produk makanan berbeda dengan pakaian yang merupakan produk komposit persediaan.

26. Pertama saya akan menjelaskan pencatatan transaksi untuk produk komposit non inventory yaitu makanan.

27. Untuk produk ini, kita dapat langsung catat ke Transaksi Penjualan karena produk ini tidak dicatat persediaan barang jadinya. Misalkan terjadi penjualan sebanyak 2 porsi paket makanan, kita langsung mencatatnya sebagai Transaksi Penjualan dengan cara klik Menu Transaksi, klik Penjualan, lalu klik Daftar Penjualan.

28. Klik Buat Transaksi Penjualan.

29. Isi kolom kosong di laman Buat Transaksi Penjualan Baru dengan mengisi detail penjualan dengan produk paket makanan I sejumlah 2 porsi.

  • Pelanggan, input dengan PL-1 – Pelanggan I.
  • Nama Transaksi, diisi dengan Penjualan Paket Makanan.
  • Kategori bisa dikosongkan.
  • Tanggal Transaksi misalnya saya isi 2 Januari 2020.
  • Keterangan, misalnya diisi penjualan paket makanan I.
  • Untuk metode pembayaran di sini saya pilih tunai.
  • Untuk akun Kas atau Bank diisi misalnya Bank BCA.
  • Gudang dapat dipilih Toko.
  • Klik tambah data untuk memilih produk yang yang dijual.
  • Pilih produk PM 1 – Paket Makanan I.
  • Isi kuantitas misalnya 2.
  • Harga per unitdiskonPPN, dan Jumlah akan terisi secara otomatis.
  • Klik Posting.

Penjualan barang komposit non inventory ini akan otomatis mengurangi persediaan bahan bakunya sesuai dengan jumlah yang telah kita tentukan saat mendaftarkannya.

30. Kita dapat mengecek jumlah persediaan telah berkurang otomatis dengan cara klik refresh.

31. Kemudian saldo persediaan bahan baku di Laporan Neraca juga telah berkurang secara otomatis.

32. Untuk barang komposit kedua yaitu persediaan.

Sebelumnya kita harus melakukan pencatatan transaksi produksi untuk mengubah stok bahan baku menjadi stok barang jadi.

Transaksi ini kita catat setiap terjadi proses pengolahan bahan baku menjadi barang komposit persediaan.

33. Untuk membuat kartu produksi baru, pilih Menu Data Master.

34. Klik menu Perakitan / Produksi. Pada halaman ini akan ditampilkan seluruh kegiatan produksi yang pernah dan sedang dilakukan.

35. Untuk membuat kartu produksi baru, klik tombol Buat Perintah Perakitan.

36.  Isi kolom kosong pada laman Buat Perintah Perakitan.

  • Tanggal pengajuan perintah perakitan misalkan akan saya isi dengan 3 Januari 2020.
  • Untuk produk saya pilih produk pakaian I.
  • Gudang, saya pilih toko.
  • Jumlah yang diajukan, ini adalah jumlah barang jadi yang diajukan untuk diproduksi. Misalnya saya akan memproduksi pakaian sejumlah 10 pcs.
  • Total dan rata-rata biaya akan otomatis terhitung berdasarkan harga pokok bahan baku yang digunakan.
  • Untuk deskripsi saya isi dengan “produksi pakaian 3 Januari”.

37. Anda dapat menyimpan transaksi produksi ini sebagai draft dengan klik tombol Simpan sebagai draft, atau dapat langsung melakukan posting dengan klik tombol Posting.

Dengan begitu, maka akan tampil detail produksi yang telah kita posting sebelumnya.

Status produksi ini adalah on progress atau masih dalam proses.

38. Anda dapat cetak produksi ini ke file PDF dengan klik tombol cetak.

39. Ketika kita melakukan posting pada kartu ini, yang terjadi adalah bahan baku berubah menjadi barang setengah jadi sebagaimana tampak pada daftar stok. Terjadi pengurangan bahan baku sejumlah yang kita produksi.

40. Kemudian ketika kita lihat Laporan Neraca Keuangan, terjadi penambahan pada akun barang setengah jadi senilai harga pokok produk komposit yang kita produksi.

41. Kartu produksi yang telah kita posting tadi statusnya masih dalam proses. Misalkan proses produksi tersebut selesai pada tanggal 6 Januari 2020, maka kita perlu melakukan pencatatan realisasi produksi tersebut.

42. Untuk mencatat realisasi produksi kita klik tombol buat realisasi.

43. Isi kolom kosong pada laman Release Assembled Item.

  • Untuk tanggal realisasi saya pilih 6 Januari 2020.
  • Untuk jumlah yang terealisasi dapat Anda sesuaikan berdasarkan jumlah produk yang telah terealisasi pada saat tanggal pencatatan ini. Untuk jumlah yang terealisasi ini saya akan input 10 pcs sesuai dengan jumlah yang diajukan.

44. Klik tombol realisasikan. Maka akan muncul daftar realisasi produksi baru untuk kartu produksi ini.

45. Kemudian kita cek daftar stok. Pada stok persediaan barang jadi, produk pakaian telah otomatis bertambah sejumlah yang telah kita realisasi.

46. Pada Laporan Neraca Keuangan, nilai persediaan barang dalam proses telah otomatis berkurang dan jumlah persediaan barang jadi telah bertambah.

47. Anda dapat membatalkan pencatatan transaksi produksi dan mengembalikan barang jadi yang telah diproduksi menjadi bahan baku, dengan cara klik tombol Pengembalian pada kartu produksi bersangkutan.

48. Fitur Pengembalian ini berfungsi ketika terjadi kesalahan input data setelah Anda melakukan posting atau realisasi.

49. Anda dapat melakukan koreksi dengan membuat ulang kartu produksi yang baru.

50. Kemudian apabila terjadi perbedaan rencana produksi dengan realisasinya, Anda dapat melakukan penyesuaian pada selisih yang terjadi melalui penyesuaian persediaan ataupun dicatat sebagai biaya.

51. Produk komposit persediaan yang telah diproduksi dan masuk ke daftar stok ini, dapat Anda gunakan pada transaksi penjualan sebagaimana produk persediaan lainnya.

Dengan fitur komposisi ini Anda tidak perlu lagi menghitung secara manual berapa biaya yang dihabiskan untuk setiap barang yang Anda olah.

Selain itu, dapat mempermudah Anda melacak status persediaan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi pada perusahaan Anda.

Demikian panduan untuk menambahkan komponen bahan baku dan gabungannya di fitur Komposit software Finata. Semoga bermanfaat! 🙂

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *