Ada beberapa analisa kinerja perusahaan tambahan, selain profitabilitas (analisa tingkat keuntungan), likuiditas (analisa kesehatan kas), solvabilitas (analisa manfaat hutang), dan analisa aktivitas. Apa saja analisa kinerja perusahaan tambahan tersebut? Berikut penjelasannya:

1. Fixed Cost (Amount & Rate) / Biaya Tetap

Formula: 

Definisi: Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya dalam suatu periode bernilai tetap sesuai dengan kapasitas atau volume kegiatan tertentu. Biaya tetap tidak bergantung pada unit produksi yang dihasilkan. Contohnya adalah biaya penyusutan, biaya sewa, dan biaya asuransi.

2. Variable Cost (Amount & Rate) / Biaya Variabel

Formula: Total Biaya Variabel / Harga per Unit

Definisi: Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya bisa berubah-ubah sesuai dengan volume kegiatan perusahaan tersebut. Biaya variabel muncul ketika perusahaan melakukan aktivitas produksi. Contohnya biaya tenaga kerja langsung dan biaya bahan baku.

3. Total Cost Trends (Commonsize) / Total Persentase per Komponen

Formula:

Definisi: Total cost trends adalah analisis yang disusun berdasarkan persentase per komponen pos-pos laporan laba rugi dan neraca, dengan tujuan untuk memberikan informasi perubahan komposisi aktiva (investasi) dan komposisi pasiva (struktur modal) dalam persentase.

4. Total Margin Contribution (Amount & Rate) / Total Kontribusi Margin / Laba Margin

Formula: Total Pendapatan (Revenue) – Total Biaya Variabel

Definisi: Total kontribusi margin atau laba margin adalah selisih antara total pendapatan penjualan dan biaya variabel. Laba margin atau kontribusi margin dapat digunakan untuk menilai seberapa jauh pendapatan penjualan perusahaan bisa menutupi biaya tetapnya setelah dikurangi biaya variabel.

5. EAT Growth (Amount & Rate) / Rasio Pertumbuhan Laba Bersih

Formula:

Definisi: Rasio yang menunjukan sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan peningkatan laba bersihnya.

6. BEP Revenue (Titik Impas Penjualan)

Formula: Biaya Tetap / Harga per Unit – Biaya Variabel

Definisi: BEP penjualan atau titik impas penjualan adalah titik di mana perusahaan belum memperoleh keuntungan ataupun tidak merugi, dengan kata lain bahwa pendapatan penjualan benar-benar bisa menutupi biaya atau pengeluarannya walaupun perusahaan belum mendapatkan laba.

7. Back Pay Period (Periode Pembayaran Kembali)

Formula: Nilai Investasi / Penerimaan Investasi (Kumulatif Arus Kas) x 1 Tahun

Definisi: Back pay periode adalah suatu metode yang digunakan untuk mengetahui berapa lama periode yang dibutuhkan perusahaan untuk dapat mengembalikan nilai investasinya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *